Ustadku

Kebiasan Pagi Hari Yang Harus Diamalkan

 

Kebiasan Baik di Pagi Hari yang Harus diamalkan!Tidur adalah adalah salah satu cara manusia untuk mengistirahatkan tubuh dan pikirannya dari penatnya aktifitas. Saat bangun di pagi hari rasa malas kerap kali muncul dan membuat orang malas untuk melakukan aktifitas, untuk itu ada beberapa aktifitas memulai pagi hari yang baik untuk dilakukan.

  1. Membaca Doa Bangun Tidur

Menurut penjelasan Imam Nawawi rahimahullah, aktivitas tidur digambarkan seperti kematian atau kiamat sugra (kiamat kecil) dikarenakan ruh kita sempat terpisah dari jasadnya untuk sementara waktu. Kemudian, kita pada akhirnya bisa kembali bangun dan membukakan mata di pagi hari tak ubahnya adalah sebuah nikmat dan kasih sayang dari Allah SWT di mana kita masih diberikan kesempatan untuk menikmati kehidupan dan memperbaiki diri.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya bagi seorang Muslim untuk mensyukuri nikmat tersebut dengan cara membacakan doa bangun tidur. Salah satu bacaan yang bisa sahabat amalkan adalah sebagai berikut:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur” [artinya: Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan]. (HR. Bukhari no. 6325)

Selain itu, doa tersebut bakal menjadi pembuka amalan dari apa yang akan kita kerjakan selama satu hari tersebut.

  1. Membasuh Wajah dan Menggosok Gigi

Setelah kita membacakan doa bangun tidur dan bangkit dari ranjang, mungkin masih ada rasa kantuk yang tertinggal yang akhirnya membuat kita bermalas-malasan. Nah, supaya rasa kantuk tadi berkurang, kita sebaiknya membasuh wajah kita agar terasa lebih segar.

Dalam proses membasuh wajah tadi, kita dianjurkan untuk melakukan istinsyaq (memasukkan air ke dalam rongga hidung) dan istintsar (mengeluarkan air dari rongga hidung) sebanyak 3 kali sebagai kiat untuk membersihkan hidung kita. Aktivitas ini seperti yang telah disunnahkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sabdanya yang dikutip dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu:

إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَتَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلاَثًا ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيْشُومِهِ

“Jika salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka hendaklah berwudhu lalu beristintsar (mengeluarkan air dari hidung, pen.) sebanyak tiga kali karena setan bermalam di batang hidungnya.” (HR. Bukhari, no. 3295 dan Muslim, no. 238)

Setelah selesai dengan bagian wajah, kebiasaan Rasulullah yang lain adalah dengan membersihkan area mulut, lebih tepatnya adalah menggosok gigi dengan siwak. Dari Hudzaifah bin Al Yaman radhiallahu’anhu, Rasulullah mengatakan:

كان النبيُّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم إذا قام مِن الليلِ يَشُوصُ فاه بالسواكِ

“Biasanya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika bangun di malam hari beliau menggosok-gosok mulutnya dengan siwak” (HR. Al Bukhari no. 245, Muslim no. 255).

Adapun anjuran ini dikarenakan ada hikmah di baliknya seperti yang disampaikan oleh Syaikh Shalih Al Fauzan:

وذلك لأن النوم تتغير معه رائحة الفم؛ لتصاعد أبخرة المعدة، والسواك في هذه الحالة ينظف الفم من آثارها

“Ini dianjurkan karena ketika tidur bau mulut biasanya berubah, disebabkan uap dari perut yang naik. Dan dalam keadaan ini, dengan bersiwak akan menghilangkan bau yang tidak sedap di mulut” (Al Mulakhas Al Fiqhi, 1/36).

Selain itu juga, drg Robert Lessang, Sp.Perio mengungkapkan bahwa menggosok gigi setelah bangun tidur dapat mencegah pembentukan plak atau karang pada gigi.

Nah, kalau sahabat enggak punya siwak, no worries! Kita bisa kok pakai pasta dan sikat gigi yang biasa. Ini dikarenakan di zaman Rasulullah dahulu, belum ada yang namanya pasta gigi atau sikat gigi. Jadinya, yang dipakai siwak deh.

  1. Berwudhu

Karena rasa malas dan kantuk adalah salah satu wujud godaan setan, kita bisa melepaskan salah satu ikatan tersebut dengan cara lain yang tak kalah efektif, yaitu dengan berwudu. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda bahwa:

يَعقِدُ الشَّيطانُ عَلى قافيَةِ رأسِ أَحدِكُم إذا هوَ نام ثَلاثَ عُقدٍ، يَضرِبُ كلَّ عُقدةٍ مَكانَها: عليكَ ليلٌ طويلٌ فارقُدْ، فإنِ استَيقظَ فذَكَر اللهَ انحلَّت عُقدةٌ، فإن تَوضَّأ انحلَّت عُقدةٌ، فإن صلَّى انحلَّت عُقدُه كلُّها، فأَصبحَ نَشيطًا طيِّبَ النَّفسِ، وإلَّا أَصبحَ خَبيثَ النَّفسِ كَسلانَ

“Setan mengikat tengkuk kepala seseorang di antara kalian ketika sedang tidur dengan tiga ikatan. Pada setiap ikatannya ia mengatakan: “malammu masih panjang, teruslah tidur”. Maka jika orang tersebut bangun, kemudian ia berzikir kepada Allah, terbukalah satu ikatan. Kemudian jika ia berwudu terbukalah satu ikatan lagi. Kemudian jika ia salat maka terbukalah seluruh ikatan. Sehingga ia pun bangun dalam keadaan bersemangat dan baik jiwanya. Namun jika tidak melakukan demikian, maka ia biasanya akan bangun dalam keadaan buruk jiwanya dan malas” (HR. Bukhari no. 1142, Muslim no. 776).

  1. Menyegerakan diri untuk salat subuh

Sudah sepatutnya kita, sebagai Muslim yang taat, untuk selalu menegakkan solat di awal-awal waktunya. Ini disebabkan adanya keutamaan apabila kita selalu menyegerakan diri untuk salat.

Dua di antaranya adalah bahwa kita akan mendapatkan cinta Allah SWT serta memperoleh sembilan kemuliaan. Terlebih lagi, perlu bagi kita untuk konsisten dalam melakukan salat Subuh di awal-awal waktu karena ada banyak keutamaan yang bisa didapatkan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Mempermudah kita untuk masuk ke Surga Allah sekaligus sebagai penghalang dari siksaan api Neraka;
  • Kita akan berada dalam perlindungan dan jaminan Allah SWT;
  • Kita akan dianggap seperti orang yang telah melakukan solat selama semalam penuh; dan
  • Disaksikan oleh para malaikat Allah.

Akan tetapi, tak bisa kita mungkiri bahwa cukup sulit untuk bangkit dan berdiri untuk salat Subuh di tengah dinginnya udara pagi. Namun, kita harus sadar bahwa Rasulullah telah memperingatkan bagi mereka yang selalu lalai dalam salat Subuh akan dicap sebagai orang-orang munafik dalam sabdanya yang berbunyi:

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah salat isya dan salat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)

Ada baiknya lagi kalau kita bisa menyempatkan diri untuk mandi sebelum salat. Selain membuat tubuh menjadi lebih segar dan membantu solat lebih khusyu', mandi di waktu fajar (di waktu sebelum matahari terbit) memberikan banyak efek baik dari segi kesehatan, salah satunya adalah melancarkan peredaran darah dalam tubuh kita.

 

  1. Membaca Al-Quran dan Memperbanyak Dzikir

Dalam Islam, pagi hari adalah waktu di mana keberkahan tengah berlimpah-limpahnya. Terlebih lagi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mendoakan umatnya di waktu pagi. Dari Shokhr Al Ghomidiy, Rasulullah bersabda,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Daud no. 2606, Ibnu Majah no. 2236 dan Tirmidzi no. 1212. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Untuk mendapatkan lebih banyak keberkahan tersebut, sehabis solat Subuh, kita bisa menyibukkan diri dengan memperbanyak zikir kepada Allah SWT dan membaca Al-Qur'an. Dengan banyak-banyak berzikir, inshaallah, seluruh urusan dalam kehidupan kita akan dimudahkan oleh Allah SWT.

Sedangkan apabila kita selalu menyempatkan diri untuk membaca Al-Qur'an terutama setelah salat Subuh, selain kita memperoleh pahala, manfaat lain yang dapat dirasakan adalah bahwa pikiran kita akan semakin terbuka dan segar serta daya ingat kita dapat meningkat sebanyak 80 persen! Siapa sih yang gak mau jadi semakin pandai?

  1. Jangan tidur lagi

Yang terakhir, dan ini pasti masih banyak banget dikerjakan oleh kita semua, yaitu kembali tidur seusai salat Subuh. Padahal, dalam riwayat sahabat Ibnu Abbas sebagaimana diriwayatkan Imam Thabrani, diterangkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

إِذا صَلَّيْتُمُ الفَجْرَ فَلَا تَنامُوا عَن طَلَبِ أرزاقكم

"Ketika kalian sudah selesai melakukan shalat subuh, janganlah (mementingkan) tidur yang menjadi penyebab hilangnya rezekimu."

Seperti yang sudah dijelaskan di poin sebelumya juga, waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah di mana kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah demi urusan akhirat kita. Lebih jauh lagi, Ibnul Qayyim rahimahullah juga menuturkan bahwa adalah makruh bagi kaum Mukmin untuk tidur selepas salat Subuh karena mereka telah melewatkan ghonimah.

وَمِنَ المكْرُوْهِ عِنْدَهُمْ : النَّوْمُ بَيْنَ صَلاَةِ الصُّبْحِ وَطُلُوْعِ الشَّمْسِ فَإِنَّهُ وَقْتٌ غَنِيْمَةٌ

“Di antara hal yang makruh menurut para ulama adalah tidur setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit karena waktu tersebut adalah waktu memanen ghonimah (waktu meraih kebaikan yang banyak.” (Madarijus Salikin, 1: 369)

Di samping itu juga, kebiasaan tidur di pagi hari berdampak buruk terhadap kesehatan tubuh kita. Beberapa penyakit atau efek negatif yang bisa muncul, seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah, peningkatan risiko kanker, ataupun merusak mood.